
Pemerintahan Prabowo Subianto telah mengumumkan komitmennya yang kuat untuk mengurangi kemiskinan ekstrem di Indonesia dengan target ambisius untuk mencapai nol persen kemiskinan ekstrem pada tahun 2026. Langkah ini bukan hanya sekadar pernyataan retoris, tetapi menjadi panggilan aksi konkret yang menuntut perubahan nyata dalam pemberdayaan masyarakat, redistribusi sumber daya, dan akses kesempatan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Kemiskinan ekstrem yang masih menyelimuti sebagian masyarakat Indonesia telah menjadi masalah yang mendesak dan memerlukan perhatian serius. Pada Maret 2024, Indonesia mencatat penurunan jumlah penduduk miskin menjadi 25,22 juta orang, yang setara dengan 9,03% dari total populasi. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan dengan 9,36% pada Maret 2023. Ini merupakan angka terendah dalam satu dekade terakhir dan menunjukkan kemajuan signifikan dalam upaya pengentasan kemiskinan.
Namun, di Indonesia, kemiskinan memiliki perbedaan signifikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Tercatat, 11,79 juta orang miskin berada di daerah pedesaan, sedangkan 7,09 juta orang di perkotaan. Sebagian besar penduduk miskin terkonsentrasi di Pulau Jawa dan Sumatra, dengan porsi masing-masing mencapai 52,49 persen dan 22,01 persen dari total penduduk miskin.
Untuk mencapai target yang ambisius tersebut, diperlukan langkah-langkah strategis yang komprehensif. Pemerintah harus fokus pada upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat lewat kebijakan yang inklusif dan progresif. Peningkatan akses terhadap pendidikan, pelatihan keterampilan, serta pembangunan infrastruktur yang mendukung pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah menjadi kunci utama untuk mengangkat masyarakat keluar dari kemiskinan ekstrem.
Selain itu, pengentasan kemiskinan ekstrem juga memerlukan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil dalam menciptakan ekosistem yang mendukung bagi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dukungan yang kuat dalam hal akses modal, pasar, dan pengembangan keterampilan menjadi landasan penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif.
Dalam menghadapi tantangan menakutkan kemiskinan ekstrem, kesatuan dan kolaborasi semua pihak menjadi kunci utama keberhasilan. Diperlukan komitmen yang kuat, kerja keras yang terus-menerus, serta kebijakan yang berpihak kepada masyarakat terpinggirkan untuk mencapai visi bersama mengenai nol kemiskinan ekstrem.
Komitmen pemerintahan Prabowo Subianto untuk mengurangi kemiskinan ekstrem menuju nol persen pada tahun 2026 adalah langkah yang berani dan inspiratif. Dengan kerjasama semua pihak dan dedikasi yang tinggi, Indonesia memiliki potensi besar untuk mencapai visi tersebut dan membuka jalan menuju masa depan yang lebih adil, makmur, dan berkeadilan bagi semua warga negara. Mari bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik, tanpa kemiskinan ekstrem, tanpa kekurangan, menuju masa depan yang cerah dan berdaya saing.




Pemimpin redaksi FalkonIndo, mendapatkan gelar PhD pada tahun 2018, pernah menulis naskah untuk Tempo, DetikNews, CNN Indonesia dan media arus utama lainnya, dan pernah meraih Anugerah Jurnalistik Adinegoro.

Jurnalis senior dan redaksi FalkonIndo, pandai menggali konten berita potensial dan menganalisis masalah, memiliki kepekaan yang baik terhadap topik hangat dan tren opini publik. Pernah berpengalaman bekerja di think tank dan mempublikasikan artikel di Garba Rujukan Digital, pernah berkontribusi pada Times Indonesia, …

Produser video FalkonIndo, mendapatkan gelar magister jurnalistik di Singapura, pernah bekerja sebagai produser film dokumenter di Netflix, pandai membuat konten naratif berupa pengungkapan fakta.
- News
- Mobile
- Tablet
- Gadgets
- Camera
- Design
- More
-
- Widget Haeder
- Awesome Features
- Clean Interface
- Available Possibilities
- Responsive Design
- Pixel Perfect Graphics
- Widget Haeder
- Awesome Features
- Clean Interface
- Available Possibilities
- Responsive Design
- Pixel Perfect Graphics
-